Pemain Amerika yang akan Pindah ke Rumah Baru Musim Panas 2022

pemain amerika

Jendela transfer musim panas baru dibuka 1 Juli 2022. Persaingan menemukan pemain bintang makin panas. Sementara para pesepak bola professional sendiri banyak juga yang berusaha mencari rumah baru. Termasuk di antaranya pemain Pemain Amerika.

Banyaknya transfer pemain di musim panas 2022 disinyalir dengan makin dekatnya Piala Dunia 2022 di Qatar. Para pemain, terutama yang berada di pinggiran klub berusaha mencari rumah baru yang memberikan peluang lebih besar.

Mereka berharap, kompetisi lebih baik dan dapat meningkatkan karir dengan jam terbang tinggi.

Meski demikian, pengamat banyak mengingatkan, perpindahan ke klub baru menanggung resiko.

Pemain dapat menemukan klub baru dengan budaya tidak terlalu cocok hingga situasi tidak seperti yang diinginkan. Bahkan, pemain dunia sekelas Cristiano Ronaldo saja belum mendapatkan lagi klub impian sejak hengkang dari Real Madrid tahun 208.

Tidak banyak Pemain Amerika yang menjadi bintang sepak bola. Namun, di antara mereka yang cukup dikenal, yakni Christian Pulisic, Tyler Adams, Luca de la Torre, Gabriel Slonina, dan Meriam Reggie.

3 Pemain Amerika dalam Bursa Transfer Musim Panas 2022

Seiring dengan makin populernya pemain Amerika di seluruh dunia, akankah klub-klub di lima besar Eropa akan mengimpor talenta mereka? Atau mereka lebih suka berburu prospek pemain di Eropa sendiri dari klub kasta bawah?

Untuk membuka peluang, media ESPN menjelaskan 5 Pemain Amerika yang mungkin dapat pindah ke kompetisi Eropa.

1. Tyler Adams

Tyler Adams merupakan gelandang berusia 23 tahun. Dia sudah mulai bermain di Eropa dan menjadi starter RB Leipzig. Klub liga utama Jerman yang terkenal dengan sebutan Bundesliga.

Keberadaannya di Leipzid mulai menjadi pertanyaan. Menit bermainnya di musim 2021-2022 hanya 500 di Bundesliga. Itu lebih sedikit dari musim sebelumnya. Pemecatan salah seorang manajer Amerika di Leipzig di sinyalir menjadi alasan sedikitnya jam bermain.

Adams sudah menyatakan dirinya siap berpindah ke klub. Namun, dia menginginkan klub yang memberinya keseimbangan dengan peluang baru dan kontribusi lebih banya.

Banyak klub mencoba melamarnya. Namun, terakhir dia mengatakan tidak ingin buru-buru pindah.

2. Luca de la Torre

Gelandang Amerika ini sudah berusia 24 tahun. Seharusnya dia sudah mencapai usia puncak permainan.

De La Torre mengatakan, dia memiliki perjanjian tetap dengan Heracles, klubnya kini, untuk dapat meninggalkan klub di akhir musim. Klub Belanda yang di gawanginya terdegradasi ke kas Ereverdise.

“Saya berharap transfer terjadi, semoga lebih cepat daripada nanti,’ kata de La Torres.

Lulusan Akademi Fulham berusia 24 tahun itu terlihat tajam dalam beberapa penampilannya terakhir bersama timnas AS. Mereka bahkan menang 5-0 di Liga Bangsa-Bangsa CONCACAF atas tim kecil Grenada.

De La Torre merupakan salah satu pemain terbaiknya. Dia menjadi incaran klub-klub di Belanda, Jerman, dan Prancis.

3. Gabriel Slonina

Penjaga gawang asal Chicago AS ini menjadi rebutan.

Dia menjadi Pemain Amerika yang di perebutkan Real Madrid dan Chelsea.

Awalnya Chelsea sudah hampir menandatangani kesepakatam. Namun, konflik Ukraina- Rusia mengubah segalanya. The Blue mendapat sanksi dari Pemerintah Inggris tidak boleh melakukam penandatanganan apapun. Roman Abramovich mempunyai kedekatan dengan Putin.

Kemungkinan dia di boyong ke Inggris dengan opsi pinjaman. Namun, apapun kondisinya gaji tinggi di klub besar tetap menggiurkan.

Klub Eropa yang Menjanjikan

Harus di akui, klub Eropa menjanjikan segalanya, khususnya 5 kompetisi top Eropa, yakni Premier League, Liga Italia Serie-A, La Liga, Bundesliga, dan Ligue 1.

Di sana pemain berbakat saja mempunyai kesempatan merumput dengan gaji besar dan terkenal. Pemain Amerika yang kini sepak bolanya sedang berkembang, tentu tidak ingin menyia-nyiakan. Dengan kerja keras, karir yang cemerlang dapat meraihnya.

Baca Juga : Cristiano Ronaldo Tinggalkan MU, Bagaimana Nasib Setan Merah?